P: Sebuah prosedur langkah demi langkah yang pasti untuk menyelesaikan sebuah   masalah di sebut

Sebuah prosedur langkah demi langkah yang pasti untuk menyelesaikan sebuah   masalah di sebut :  

  1. Proses
  2. Program
  3. Algoritma
  4. Step
  5. Diagram

Jawaban: Algoritma

Pembahasan

Apakah yang dimaksud dengan Algoritma?

Pengertian Algoritma

Algoritma adalah metode atau langkah yang direncanakan secara tersusun dan berurutan untuk menyelesaikan atau memecahkan permasalahan dengan sebuah intruksi atau kegiatan.

Definisi Algoritma menurut para ahli

Pada beberapa sumber buku diperoleh pengertian dari algoritma di antaranya :

  1. Algoritma menurut (Kani, 2020, 1.19) adalah suatu upaya dengan urutan operasi yang disusun secara logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah untuk menghasilkan suatu output tertentu.
  2. Algoritma berasal dari kata algoris dan ritmis yang pertama kali diperkenalkan oleh Abu Ja’far Muhammad Ibn Musa Al Khwarizmi pada 825 M di dalam buku Al-Jabr Wa-al Muqabla. Dalam bidang pemrograman, algoritma dide?nisikan sebagai metode yang terdiri dari serangkaian langkah yang terstruktur dan sistematis untuk menyelesaikan masalah dengan bantuan komputer (Jando & Nani, 2018, 5).
  3. Algoritma menurut (Munir & Lidya, 2016, 5) adalah urutan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu persoalan.
  4. Algoritma merupakan sekumpulan instruksi atau langkah-langkah yang dituliskan secara sistematis dan digunakan untuk menyelesaikan masalah / persoalan logika dan matematika dengan bantuan komputer (Sismoro, 2005, 29).

Apa fungsi dari algoritma

Apa fungsi algoritma pemrograman?

Fungsi Algoritma

Pada dasarnya fungsi utama dari algoritma adalah untuk memecahkan suatu masalah. Suatu algoritma pemrograman membawa keuntungan serta fungsi penting dalam aktivitas pembuatan program.
Untuk lebih jelas, berikut fungsi dari algoritma:
  • Algoritma dapat memperkecil kesalahan atau error dalam pemrograman. Sebab, algoritma dapat menjalankan segala sesuatu secara otomatis sesuai rumus atau instruksi yang sudah ditentukan.
  • Algoritma juga membantu developer mencari kesalahan atau error dari program yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Algoritma membuat penulisan kode dalam sebuah program menjadi lebih efisien. Developer tidak perlu mengulang-ulang penulisan kode untuk program yang ingin dibuat.
  • Algoritma membantu sebuah program atau aplikasi menjadi lebih ringkas dan berukuran kecil. Sebab, aplikasi berjalan lewat proses otomatis algoritma. Bukan dari kode yang ditulis secara manual.
  • Algoritma membantu pembuatan program yang lebih terstruktur dan logis. Percayalah ini akan memudahkan developer ketika perlu mengembangkan fitur tambahan.

Apa saja ciri-ciri atau karakteristik dari Algoritma?

Ada beberapa karakteristik algoritma yang membuatnya bisa menjalankan program dengan baik:

  • Jelas, tidak ambigu. Setiap instruksi yang ditulis langsung bisa dipahami dan tidak membuat orang salah mengartikannya.
  • Punya input yang jelas. Jika memerlukan input atau data, ia harus sudah ditentukan secara jelas.
  • Punya output yang jelas. Hasil dari algoritma juga perlu ditentukan dengan jelas.
  • Finite atau terbatas. Algoritma memiliki langkah-langkah yang terbatas. Ini untuk memastikan algoritma secepat mungkin menghasilkan output yang diinginkan.
  • Feasible atau mungkin dieksekusi. Algoritma tidak boleh mengandung komponen yang tidak universal atau bagian dari teknologi masa depan. Tujuannya, agar algoritma bisa menjalankan tugasnya dengan mudah tanpa hambatan.
  • Tidak bergantung pada bahasa pemrograman tertentu. Algoritma harus ditulis dengan instruksi sederhana, hingga bisa ditulis ulang dengan bahasa pemrograman apapun.

Dari mana istilah algoritma berasal?

Kata algoritma berasal dari nama Abu Ja’far Mohammed Ibn Musa al-Khowarizmi, ilmuwan Persia yang menulis buku “Al Jabr W’Al-Muqabala” (Rules of Restoration and Reduction).

Kelebihan dan Kekurangan Algoritma

Karena karakteristiknya ini, algoritma otomatis juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Berikut adalah penjelasan singkatnya:

Kelebihan Algoritma Kekurangan Algoritma
Sangat mudah dipahami. Sulit dan butuh waktu lama untuk menulisnya.
Menunjukkan langkah problem-solving dengan gamblang. Branching dan looping akan sulit terlihat.
Langkah-langkah yang singkat dan jelas memudahkan developer mengubahnya ke program.

Bentuk Algoritma

Apa saja bentuk dari Algoritma?

Algoritma Sekuensial

Algoritma sekuensial merupakan algoritma yang langkah-langkahnya secara urut dari awal hingga akhir. Langkah demi langkah yang dijalankan harus urut dari atas sampai bawah.

Algoritma Perulangan

Algoritma perulangan merupakan suatu algoritma yang menjalankan beberapa langkah tertentu secara berulang-ulang atau looping. Pada masalah yang dihadapi, ada pula sebuah langkah yang harus dilakukan secara berulang-ulang.

Algoritma Percabangan atau Bersyarat

Algoritma bersyarat merupakan algoritma yang menjalankan langkah berikutnya apabila terdapat syarat yang sudah dapat dipenuhi.


Jenis-Jenis Algoritma

Berikut jenis-jenis algoritma, diantaranya yaitu:

Gambar Algoritma Divide and Conquer

1. Algoritma Divide and Conquer

Algoritma divide and conquer yaitu algoritma yang membagi suatu permasalahan besar menjadi permasalahan-permasalahan yang lebih kecil. Algoritma ini terdiri dari dua bagian, yaitu;

  • Memecah masalah menjadi beberapa sub-masalah independen yang lebih kecil dari jenis yang sama.
  • Menemukan solusi akhir dari masalah asli setelah menyelesaikan masalah yang lebih kecil ini secara terpisah.

Menggabungkan pengurutan dan pengurutan cepat dapat dilakukan dengan algoritma divide and conquer.

2. Algoritma Rekursi

Algoritma rekursi (Recursive Algorithm) yaitu algoritma yang memanggil dirinya sendiri secara berulang-ulang hingga masalah terpecahkan.

3. Algoritma Dynamic Programming

Algoritma pemrograman dinamis memecahkan masalah kompleks dengan memecahnya menjadi beberapa sub masalah sederhana, kemudian memecahkannya masing-masing satu kali lalu menyimpannya untuk digunakan di masa mendatang.

4. Algoritma Greedy

Algoritma ini digunakan untuk menyelesaikan masalah optimisasi. Dalam algoritma ini, kita akan menemukan solusi optimal secara lokal (tanpa memperhatikan konsekuensi apa pun di masa mendatang) dan berharap menemukan solusi optimal di tingkat global.

Algoritma ini memiliki 5 komponen:

  • Kumpulan kandidat yang kita coba cari solusinya.
  • Fungsi pemilihan yang membantu memilih kandidat terbaik.
  • Fungsi kelayakan yang membantu dalam menentukan apakah kandidat dapat digunakan untuk menemukan solusi.
  • Fungsi obyektif yang memberikan nilai pada solusi yang mungkin atau solusi parsial.
  • Fungsi solusi yang memberi tahu kapan kita telah menemukan solusi untuk masalah tersebut.

5. Algoritma Brute Force

Algoritma ini merupakan salah satu algortima yang memiliki konsep yang paling sederhana.

Algoritma brute force akan mengiterasi semua solusi yang mungkin untuk mencari satu atau lebih dari satu solusi yang dapat menyelesaikan suatu masalah.

6. Algoritma Backtracking

Algoritma Backtracking yaitu teknik untuk memecahkan masalah secara rekursif dan mencoba untuk mendapatkan solusi masalah dengan menyelesaikan satu bagian masalah pada saat yang bersamaan.

Jika salah satu solusi gagal, maka menghapusnya dan mundur untuk menemukan solusi lain

sumber: https://saintif.com/algoritma-adalah/


Contoh Algoritma

Pada dasarnya algoritma tidak hanya dalam ilmu komputer dan matematika saja, tetapi dapat juga diimplementasikan dalam berbagai kegiatan manusia sehari-hari. Contohnya sebagai berikut.

Membuat Kopi Instan

Contoh algortima membuat kopi instan

  • Buka kemasan kopi sachet.
  • Tuangkan kopi ke dalam gelas.
  • Siapkan air panas.
  • Tuangkan air panas ke dalam gelas berisi kopi.
  • Aduk kopi hingga merata.
  • Kopi instan siap untuk diminum.
algoritma adalah
  • Membuat Mie Instan

Algoritmenya sebagai berikut:

  • Siapkan 400 ml air (2 gelas), 1 bungkus mie instan, panci, mangkuk, garpu dan sendok
  • Kemudian memasukkan air ke dalam panci
  • Masak air di keadaan kompor menggunakan api sedang
  • Tunggu hingga air mendidih
  • Masukkan mie tersebut pada air yang mendidih
  • Aduk-aduk perlahan sekitar 3 menit
  • Saat mie matang, masukkan bumbunya
  • Aduk kembali mie sampai bumbu merata
  • Mie instan siap untuk disajikan

Sumber: https://saintif.com/algoritma-adalah/


Cara Penyajian Algoritma

Penyajian algoritma akan lebih baik jika ditulis secara sistematis. Ada tiga cara yang bisa kamu gunakan untuk menyajikan algoritma, yakni secara naratif, flowchart atau diagram/bagan alir, dan pseudocode.

1. Naratif

Penyajian algoritma secara naratif dituliskan dengan menggunakan cerita seperti dalam bahasa sehari-hari.

Contoh: Menghitung luas segitiga menggunakan naratif
Langkah-1 : Mulai
Langkah-2 : Baca nilai Alas
Langkah-3 : Baca nilai Tinggi
Langkah-4 : Hitung Luas = (Alas x Tinggi) / 2
Langkah-5 : Cetak Hasil Luas
Langkah-6 : Selesai

2. Flowchart

Dengan flowchart, cara penyajian algoritma dibuat dalam urutan simbol-simbol khusus. Urutan simbol digambarkan sesuai dengan arah tanda panah.

3. Pseudocode

Langkah-langkah penyelesaian masalah ini ditulis dengan cara yang mirip atau menyerupai program. Pseudocode tidak spesifik terhadap salah satu bahasa pemrograman sehingga algoritma ini dapat diterjemahkan menyesuaikan bahasa pemrograman yang ada dalam suatu program.

Contoh: Menghitung luas segitiga menggunakan pseudocode

Input (Alas)
Input (Tinggi)
Luas ← (Alas x Tinggi) / 2
Output (Luas)

Meskipun ada tiga cara penyajian yang berbeda, hasil algoritma yang diberikan tetap sama. Maka dari itu, tidak ada aturan yang menyatakan harus menggunakan penyajian tertentu. Kamu bebas memilih bentuk penyajian sesuai keinginan dan pemahaman.